Artikel

Persiapan Melahirkan di Tengah Pandemi COVID-19

21 Sep 2021

KEHAMILAN secara alami menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun. Hal ini membuat ibu hamil lebih rentan terkena infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Selain itu, berbagai perubahan di dalam tubuh yang terjadi semasa kehamilan juga membuat ibu hamil dapat mengalami gejala yang lebih berat bila terkena COVID-19.

Mendekati waktu melahirkan, jadwal pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan atau bidan juga menjadi lebih sering. Artinya, Bumil jadi lebih sering keluar rumah. Nah, untuk mengurangi risiko tertular virus Corona, penting sekali bagi Bumil untuk melakukan tindakan pencegahan, di antaranya dengan:

  • Mencuci tangan sesering mungkin menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer yang kadar alkoholnya minimal 60%
  • Tidak keluar rumah dulu, kecuali bila ada keperluan mendesak, dan tidak bepergian ke tempat yang ramai
  • Melakukan physical distancing, yaitu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, saat berada di luar rumah
  • Menggunakan masker kain bila hendak keluar rumah
  • Menghindari kontak dengan orang sakit
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut jika belum mencuci tangan
  • Menerapkan etika batuk dan bersin

Selain itu, jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, dan tidur yang cukup. Minumlah suplemen kehamilan sesuai anjuran dokter dan jangan lupa periksakan kehamilan ke dokter sesuai jadwal yang ditentukan.

Pilihan tempat melahirkan

Pilihan tempat melahirkan, baik itu di rumah, klinik, atau rumah sakit, juga perlu Bumil pikirkan baik-baik dengan mempertimbangkan risiko dan manfaatnya. Diskusikanlah dulu hal ini dengan dokter.

Bila Bumil ingin melahirkan di klinik atau di rumah, pastikan ada ambulans atau kendaraan yang dapat menjangkau tempat Bumil bersalin. Hal ini untuk berjaga-jaga bila Bumil harus segera dirujuk ke rumah sakit.

Jika Bumil menderita COVID-19 atau mungkin memiliki gangguan kesehatan tertentu, sebaiknya jangan melahirkan di rumah. Akan lebih aman bila Bumil melahirkan di rumah sakit agar kondisi Bumil dapat diawasi secara ketat dan bayi dapat dilindungi semaksimal mungkin selama proses persalinan maupun setelahnya.

Untuk melahirkan di rumah sakit, tentukanlah dulu rumah sakit mana yang akan menjadi tempat Bumil melahirkan sejak jauh-jauh hari. Bumil juga harus kontrol ke dokter kandungan untuk mengetahui waktu perkiraan persalinan.

Selama proses persalinan di rumah sakit, baik dengan operasi caesar maupun normal, Bumil boleh ditemani. Namun, pendamping sebisa mungkin dibatasi hanya satu orang.

Meski begitu, jika pendamping Bumil memiliki gejala COVID-19 atau sedang tidak sehat, ia tidak diizinkan masuk ke ruang bersalin. Hal ini dilakukan agar Bumil, bayi, dan dokter atau bidan yang membantu persalinan tidak tertular virus Corona.

Metode melahirkan

Bumil dibebaskan untuk memilih metode persalinan, apakah akan melahirkan normal atau dengan operasi caesar. Namun, pilihan ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi kehamilan Bumil. Dokter kandungan atau bidan akan memberikan anjuran mengenai cara melahirkan yang terbaik bagi Bumil.

Operasi caesar biasanya hanya diwajibkan pada kondisi tertentu, misalnya infeksi herpes genital atau HIV pada ibu hamil, kehamilan dengan plasenta previa, atau kehamilan dengan posisi janin yang tidak normal.

Itulah sebabnya, pemeriksaan kehamilan tetap perlu dilakukan secara rutin sesuai jadwal, agar dokter dapat memantau kesehatan ibu hamil dan janin, serta menentukan metode persalinan yang terbaik.

 

Informasi lebih lanjut hubungi:

RSIA SEPATAN MULIA

Telp. (62-21) 593 71 801, IGD. (62-21) 551 8888, WA. 0813 8231 5497

Selalu Ada Untuk Anda

Artikel Lainnya

Cari Dokter & Buat Janji


Kontak Kami